Kelatnas Indonesia
PERISAI DIRI
Cabang Batam

Menu
HOME

SEJARAH

PROFIL

KURIKULUM

LAMBANG

GALERI FOTO

LOKASI DAN JADWAL

SUSUNAN PENGURUS :
- PUSAT
- CABANG BATAM

DAFTAR IJAZAH UKT

MILIS PD

WEBMASTER
Pesan Singkat

: Agus

: Ricky

: Rizky

: Nurman

: Tri

: Evi

Artikel Sebelumnya
Kejurcab Pencak Silat Remaja Batam 2011

Marcos, jawara pencak silat Kepri berprestasi gemi...

Latihan bersama dengan PPS Silaturahmi

Pesilat Perisai Diri Batam sabet medali emas Porpr...

Pesilat Batam siap bertarung di Popda Kepri dan O2...

Seleksi pesilat pelajar untuk Popda Kepri dan O2SN...

Pertandingan Persahabatan IPSI Kota Batam dan Pesa...

Perolehan medali cabang olahraga pencak silat Pork...

Kecamatan se-Kota Batam terjunkan atlet terbaiknya...

Rapat pemantapan pelaksanaan Porkot Batam III Tahu...

Arsip Artikel
Maret 2006
April 2006
Mei 2006
Agustus 2006
Maret 2007
April 2007
Juli 2007
Desember 2007
Januari 2008
Februari 2008
Maret 2008
April 2008
Juni 2008
Agustus 2008
September 2008
Januari 2009
Februari 2009
Maret 2009
Mei 2009
Juni 2009
Juli 2009
Agustus 2009
September 2009
November 2009
April 2010
Mei 2010
Desember 2010
Januari 2011
Juni 2011
Juli 2011
Milis PD

Syarat :

Minimal tingkat Strip Putih

Usia di atas 17 tahun

Direkomendasikan oleh Pelatih


Facebook
Kejurcab Pencak Silat Remaja Batam 2011
18 Juli 2011

Sekitar 120 orang atlet pencak silat remaja saling adu keterampilan bertarung di atas gelanggang yang dibentang di Nagoya Hill Shopping Mall, sebuah pusat perbelanjaan terbesar yang ada di Kota Batam. Para pesilat remaja ini dikirim oleh perguruan pencak silat masing-masing untuk bertanding dalam Kejurcab Pencak Silat Remaja Batam 2011 memperbutkan Piala Ketua Umum Pengkot IPSI Batam. Kegiatan yang juga disebut dengan nama IPSI Batam Cup I Tahun 2011 ini digelar pada tanggal 16 s.d. 17 Juli 2011, diikuti oleh 17 perguruan pencak silat yang ada di Kota Batam.

Dalam even ini, Kelatnas Indonesia Perisai Diri Kota Batam menerjunkan 9 orang atletnya dengan formasi tim sebagai berikut :

Kelas A Putra : M. Adam Saputra (medali emas)
Kelas B Putra : Lalu Suryadi Suyan Deni (medali perunggu)
Kelas C Putra : Rycko Andreas Canover  
Kelas D Putra : Maulana Ilham (medali perak)
Kelas C Putri : Nurul Aini (medali perunggu)
Kelas D Putri : Gamita Salendra (medali perak)
Kelas E Putri : Ainul Hijrah  
Kelas F Putri : Lafia Putri Dwi Pramesti (medali perunggu)
Kelas G Putri : Elfia Yunengsy (medali perak)
Manajer : Nurman Akhmadi  
Ofisial 1 : Tri Maswandoko  
Ofisial 2 : Dyar Pedut Pamungkas  

Di Kelas A Putra, setelah melewati partai penyisihan, M. Adam Saputra bertanding di partai semifinal melawan Yogie Pratama dari Silaturahmi. Pesilat Perisai Diri tingkat Dasar II yang berlatih di Ranting SKB Batam ini berhasil memenangkan pertandingan dengan skor 4-1. Di partai final, terjadi pertarungan sengit melawan Faizul Wafa, pesilat dari Setia Hati Terate. Dengan kombinasi teknik sapuan tegak dan pukul pendeta, Adam berhasil mengumpulkan nilai lebih banyak daripada lawannya sehingga di akhir pertandingan Adam dinyatakan sebagai pemenang dengan skor 4-1 dan berhak mendapatkan medali emas.

Sementara itu, di Kelas D Putra, Maulana Ilham berlaga melawan Agung Tirta Yasa dari Setia Hati Terate. Di pertarungan partai penyisihan ini, Ilham berhasil menang dengan skor 4-1. Kemenangan ini menghantarkan Ilham untuk bertanding di partai semifinal melawan Ahmad Rifai dari Tapak Suci. Kembali Ilham meraih kemenangan dengan skor 3-2 dan melaju ke babak final. Di pertarungan partai final, siswa SMK Negeri 4 Batam ini kalah dengan M. Ariadi dari Setia Hati Organisasi sehingga hanya memperoleh medali perak.

Medali perak juga diraih oleh Gamita Salendra di Kelas D Putri. Setelah menang melawan Novalita Arisanti dari Walet Puti dengan skor 5-0 dan Fitriyanti dari Setia Hati Organisasi dengan skor 5-0 juga, atlet yang akrab dipanggil Rara ini gagal di partai final melawan Fitri dari Setia Hati Terate dengan skor 0-5.

Selain medali emas dan perak, atlet Perisai Diri juga berhasil meraih beberapa medali perunggu. Nurul Aini yang bertanding di Kelas C Putri di partai penyisihan berhasil memenangkan pertandingan dengan skor 5-0 melawan Agnes Nares dari Tapak Suci. Namun sayangnya di partai semifinal Nurul kalah dengan Rahayu dari Himssi dengan skor 0-5 sehingga hanya memperoleh medali perunggu.


Baca selengkapnya ...
Ditulis oleh Agus Winarno pada 16:33  
Marcos, jawara pencak silat Kepri berprestasi gemilang
28 Juni 2011

Nama Marcos sangat diperhitungkan di kancah pencak silat Kepulauan Riau, bahkan Sumatera. Saat masih remaja, ia juga sering menyabet berbagai gelar juara di sejumlah kejuaraan pencak silat di daerah asalnya di Padang, Sumatera Barat.

Marcos mengawali karir pencak silatnya di perguruan Kelatnas Indonesia Perisai Diri Cabang Padang. Ketekunan berlatih membuat kemampuannya berkembang pesat. Bergabungnya Marcos di perguruan itu sendiri awalnya cuma coba-coba. Ia ikut teman-temannya yang berlatih silat Perisai Diri di PT Semen Padang. "Saya melihat teman saya berlatih, teknik silatnya sangat unik, gerakannya sangat cepat, pakaian seragamnya juga bukan hitam, agak berbeda dengan apa yang selama ini saya dengar tentang pencak silat pada umumnya," ujar putra buruh tani ini kepada reporter. Baru bergabung sekitar dua tahun, ia sudah jadi andalan di berbagai kejuaraan. Sedikitnya delapan kali dia menyabet medali emas di berbagai kejuaraan pencak silat.

Pada tahun 2007, Marcos dikirim oleh Pengda Perisai Sumatera Barat untuk bertanding di Perisai Diri International Championship V di Bandung. Dalam even berskala internasional tersebut, Marcos berhasil meraih medali perak. Di lokasi pertandingan, Marcos bertemu dengan mantan pelatihnya di PT Semen Padang dulu, Ricky Mendoza yang ikut bertanding mewakili Perisai Diri Daerah Kepulauan Riau. Dalam even ini Ricky meraih medali emas. Melihat mantan anak didiknya mengalami kemajuan yang sangat pesat ini membuat Ricky sangat tertarik untuk menawari Marcos pindah ke Batam. Gayung bersambut, Marcos yang menjadi tulang punggung keluarga karena ayahnya sakit-sakitan dan ibunya hanya bekerja sebagai buruh tani ini bertekad bulat untuk mengadu nasib ke Kota Batam demi membiayai keluarga dan adiknya yang masih bersekolah.

Setelah hijrah ke Batam, ia langsung bergabung di pusat pendidikan dan latihan atlet Kelatnas Indonesia Perisai Diri Cabang Batam di bawah asuhan sang mantan pelatihnya, Ricky Mendoza. Sejak saat itu, prestasi Marcos terus melejit. Ia berhasil mengharumkan nama Kota Batam dengan meraih medali perak di kejuaraan pencak silat Teluk Danga International Games 2008 yang diadakan di Johor, Malaysia. Dalam even ini kontingen IPSI Kota Batam memperoleh medali 1 perak dan 2 perunggu. "Teluk Danga menjadi awal karir pencak silat saya membela nama Batam," kata Marcos yang saat ini bekerja sebagai petugas security di Kantor Pelayanan Pajak Madya Batam.

Di tengah kesibukannya menjalankan tugas pekerjaannya, pada saat tidak sedang tugas jaga, Marcos tetap menyempatkan waktu untuk berlatih mengasah keterampilan silatnya di halaman kantornya. "Di kantor ada pegawai yang juga pelatih silat Perisai Diri, Pak Agus. Sore hari selesai jam kerja, kami sering berlatih dan diskusi untuk menambah ilmu silat saya," ujar Marcos. Agus Winarno, Sekretaris Pengcab Kelatnas Indonesia Perisai Diri Batam, mengatakan bahwa tugas kerja Marcos sebagai petugas security memakai sistem shift, jadi tidak bisa dihindari untuk begadang apabila tugas jaga shift malam. Ini tantangan bagi Marcos sebagai atlet untuk tetap menjaga kestabilan fisik dan stamina. Menyikapi hal ini, Agus melakukan kontrol secara periodik dan optimis bahwa Marcos bisa mengatasi hal itu.

Tahun 2009 Marcos mewakili Kecamatan Sagulung berlaga di Pekan Olahraga Kota (Porkot) Batam III. Medali emas yang diraihnya di even ini menghantarkan dia untuk berjuang mengibarkan nama Kota Batam dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepulauan Riau II yang digelar di mall Nagoya Hill Batam pada bulan Desember 2010. Kembali Marcos menyumbangkan medali emas untuk Kota Batam di even olahraga terbesar di lingkungan Provinsi Kepulauan Riau ini.

Dengan suksesnya menyabet gelar juara di even tersebut menghantarkan Marcos untuk masuk tim Pelatda Pencak Silat Kepulauan Riau yang dipersiapkan untuk menghadapi Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) Sumatera VIII yang digelar pada bulan Juni 2011. "Target berikutnya lolos Porwil. Saya ingin merebut medali emas supaya bisa mengharumkan nama Kepri di kancah nasional sekaligus membuat kedua orangtua saya bangga," ujar pesilat andalan Kepri ini. Dengan usaha kerasnya, kembali Marcos berhasil meraih medali emas sehingga saat ini dia harus tetap menjalani gemblengan di Pelatda untuk mempersiapkan diri bertarung pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII di Riau tahun 2012 mendatang.


Baca selengkapnya ...
Ditulis oleh Agus Winarno pada 01:01  
Latihan bersama dengan PPS Silaturahmi
17 Januari 2011

Di sebuah padang rumput di atas bukit, di tengah hembusan angin dari arah laut yang nampak di kaki bukit itu, dua orang yang masih berusia remaja pelajar SMA bertarung dengan saling melancarkan serangan yang bertubi-tubi ke arah lawannya. Puluhan orang duduk di sekitar arena, di antaranya ada beberapa personil militer berpakaian seragam loreng, serius mengamati sepasang petarung yang saling baku hantam tersebut. Petarung yang berpakaian putih adalah pesilat dari Kelatnas Indonesia Perisai Diri, sedangkan yang berpakaian hitam adalah pesilat dari Perguruan Pencak Silat Silaturahmi. Mereka bertarung di lapangan Markas Komando Batalyon Infanteri 134 / Tuah Sakti.

"Agenda biasa yang telah beberapa kali sudah kami lakukan. Saat ini kami latihan bersama dengan PPS Silaturahmi. Tuan rumahnya PPS Silaturahmi yang kegiatan latihan rutin mereka memang di Mako Yonif 134 sini," ungkap Ricky Mendoza, Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Pengcab Perisai Diri Batam, saat dikonfirmasi oleh reporter, Minggu 16 Januari 2011. Berdasarkan keterangan dari Ricky, Perisai Diri Cabang Batam telah beberapa kali mengadakan latihan bersama dengan perguruan pencak silat lainnya. Selain sebagai ajang silaturahmi, latihan bersama juga dimanfaatkan sebagai ajang latih tanding untuk melatih dan membina pesilat remaja yang berpotensi menjadi atlet pencak silat.

Bukan hanya pesilat remaja, dua orang pesilat anak-anak yang baru datang diantar orang tuanya yang berpakaian seragam loreng pun segera menghampiri pelatihnya untuk meminta ikut latih tanding. Dengan penuh semangat pesilat remaja maupun anak-anak ini mencoba menerapkan ilmu silat yang selama ini diajarkan oleh pelatihnya ke ajang pertarungan menghadapi lawan tandingnya. Karena ada beberapa pesilat remaja yang belum punya pengalaman bertanding, beberapa kali terjadi serangan yang mengenai sasaran yang dilarang dalam pertarungan pertandingan. Namun karena suasana kekeluargaan dan persahabatan dalam latihan bersama ini, hal tersebut sama sekali tidak menyebabkan terjadinya ketegangan.

"Ini bukan pertama kalinya kami melakukan latihan bersama dengan perguruan pencak silat lain. Sebelum ini, kami sudah pernah latihan bersama dengan Setia Hati Organisasi dua kali, dengan Asad satu kali, dengan Tapak Suci satu kali," jelas Agus Winarno, Sekretaris Pengcab Perisai Diri Batam, disela-sela kegiatan ini. Ketika ditanya untuk yang berikutnya latihan bersama dengan perguruan pencak silat mana, Agus menjawab masih dalam tahap koordinasi dengan beberapa sahabatnya di berbagai perguruan pencak silat lainnya.


Baca selengkapnya ...
Ditulis oleh Agus Winarno pada 11:15  
Pesilat Perisai Diri Batam sabet medali emas Porprov Kepri II
10 Desember 2010

Usai sudah pertarungan para pesilat se-Provinsi Kepulauan Riau dalam arena Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepulauan Riau II. Pertandingan yang digelar pada tanggal 4 s.d. 9 Desember 2010 di Batam dengan lokasi di mall Nagoya Hill ini diikuti ratusan atlet pencak silat dari 7 kabupaten dan kota yang ada di Provinsi Kepulauan Riau, yaitu Kota Tanjungpinang, Kota Batam, Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun, Kabupaten Natuna, Kabupaten Lingga dan Kabupaten Anambas. Di antara atlet pencak silat yang berlaga mewakili Kota Batam, ada 2 orang pesilat Perisai Diri, yaitu Marcos di Kelas G Putra dan Siti Annisa Maulidyna Fajriah di Kelas D Putri.

Di partai penyisihan, Marcos bertarung dengan pesilat dari Kabupaten Karimun. Mantan peraih medali perak di Perisai Diri International Championship V ini berhasil meraih kemenangan dengan skor 5-0. Melaju ke partai semifinal, Marcos berhadapan dengan pesilat dari Kabupaten Natuna dan kembali memenangkan pertandingan dengan skor 5-0. Di partai final, terjadi pertarungan sengit melawan pesilat dari Kota Tanjungpinang. Marcos sempat dua kali dijatuhkan oleh lawannya. Namun dengan perjuangan gigihnya, banyak tendang T dan sabitnya menghajar tubuh lawannya, serta saponjut pendeta pada saat tendangannya tertangkap lawan, sehingga di akhir pertandingan Marcos dinyatakan sebagai Juara I Kelas G Putra.

Sementara Siti Annisa di babak penyisihan juga berhasil mengalahkan pesilat dari Kabupaten Bintan dengan skor 5-0. Dengan andalan sabit kiri dan lompat egos sabit kanan, Siti Annisa di partai final berhasil mengalahkan pesilat andalan dari Kabupaten Karimun dengan skor 5-0 juga.

Atas keberhasilannya meraih medali emas di even ini, Marcos dan Siti Annisa akan dipanggil oleh Pengprov IPSI Kepulauan Riau untuk bertempur mewakili Provinsi Kepulauan Riau dalam ajang Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) Sumatera VIII yang akan digelar pada tahun 2011 nanti.


Baca selengkapnya ...
Ditulis oleh Agus Winarno pada 18:03  
Pesilat Batam siap bertarung di Popda Kepri dan O2SN
18 Mei 2010

Usai sudah pertarungan para pesilat remaja se-Kota Batam dalam pertandingan seleksi untuk memilih atlet pencak silat yang akan mewakili Kota Batam dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Kepulauan Riau dan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) yang akan digelar di Kota Tanjungpinang pada pertengahan bulan Juli mendatang. Pertandingan yang digelar pada tanggal 15 s.d. 17 Mei 2010 di DC Mall ini diikuti oleh sekitar 150 orang atlet pencak silat pelajar dari berbagai sekolah yang ada di Kota Batam.

"Pertandingan ini kami adakan untuk memilih pesilat terbaik yang akan direkomendasikan kepada Dinas Pendidikan Kota Batam untuk diberangkatkan ke Popda Kepri dan O2SN nanti. Jadwal pertandingan yang awalnya kami rencanakan cuma Sabtu dan Minggu ini kami tambah satu hari lagi karena jumlah peserta sangat banyak melebihi perkiraan," ujar Sunardi, Ketua Harian Pengkot IPSI Batam.

Sebagaimana pertandingan pencak silat pada umumnya, kategori yang dipertandingkan ada Tanding, Tunggal, Ganda dan Regu. Untuk kategori Tanding, dibagi ke dalam kelas-kelas berdasarkan berat badan, dimulai dari Kelas A dengan berat badan di atas 39 kg sampai dengan 42 kg, Kelas B di atas 42 kg sampai dengan 45 kg, dan seterusnya sampai dengan Kelas I. Usia atlet dibatasi dari 14 sampai dengan 17 tahun.

Atlet-atlet yang bertanding dalam even ini adalah pelajar dari berbagai sekolah yang ada di Kota Batam yang berlatih di bawah pembinaan perguruan pencak silat anggota IPSI Kota Batam, diantaranya yaitu Perisai Diri, Pagar Nusa, Setia Hati Organisasi, Setia Hati Terate, Himssi, Tapak Suci, Asad, Bintang Surya, Suci Hati, Silaturahmi dan Walet Puti.

Berikut ini adalah daftar pemenang pertandingan :

Kelas A Putra
I. Joko Kari Pamungkas : Asad (SMK Negeri 3)
II. Rendi Wibowo : Suci Hati (SD Negeri 4)
III. Nurdiansyah : Walet Puti (SMP Negeri 9)
III. Heri : Pagar Nusa STM Al-Jabar)
         
Kelas B Putra
I. Yoga Prasetio : Himssi (SMP Ponpes An-Ni'mah)
II. Arie Nugraha ESP : Suci Hati (SMP Negeri 25)
III. Ahmad Fitriyanto : Suci Hati (SD Negeri 5)
III. Huda Luthfi : Perisai Diri (SMK Negeri 4)
         
Kelas C Putra
I. Riski Saputra : Perisai Diri (SMK Negeri 4)
II. Maulana Ilham : Perisai Diri (SMK Negeri 4)
III. Nurman Widodo : Asad (SMP Negeri 11)
III. Muh Khabib Ibrahim : Asad (SMP Negeri 16)
         
Kelas D Putra
I. Rian Rosyid : Himssi (SMP Ponpes An-Ni'mah)
II. Cipto : Pagar Nusa (MA Al-Jabar)
III. Bayu Nirwana : SH Organisasi (SMA Negeri 3)
III. Khairul Mukminin : Perisai Diri (SMK Negeri 4)
         
Kelas E Putra
I. M Suhaemi : SH Organisasi (SPM Nasional)
II. Juhari Jumanto : Tapak Suci (SMP Widya)
III. Genta Rahadian : Walet Puti (SMK Al-Azhar)
III. Emilio Santos Abdullah : Asad (SMK Negeri 3)
         
Kelas F Putra
I. Kharisma Adiguna : SH Organisasi (SMA Negeri 3)
II. Ridho Saputra : SH Organisasi (SMA Negeri 3)
III. Eko Pratama : Walet Puti (SMP Ibnu Sina)
III. Baginda Mirza : SH Organisasi (SMA Negeri 3)
         
Kelas G Putra
I. Rizal Djafar Djou : Tapak Suci (SMK Al-Azhar)
II. M Haudi : SH Organisasi (SMA Negeri 3)
III. Andri Naryo : Pagar Nusa (MTs Al-Jabar)
III. Rizky Dwi Randa SY : SH Organisasi (SMA Negeri 3)
         
Kelas H Putra
I. Irwansyah : Himssi (SMP Ponpes An-Ni'mah)
II. Bagus Ardika Putra : SH Organisasi (SMA Negeri 3)
         
Kelas I Putra
I. David : Suci Hati (SMA Negeri 12)
II. Didi Suryadi : Tapak Suci (SMK Al-Jabar)
III. Budi Hendra : Tapak Suci (SMK Hang Tuah)
         
Kelas A Putri
I. Sherly Tamara Salsabilla : Tapak Suci (SMP Hang Tuah)
II. Riska Novianti : SH Organisasi (SMP Negeri 12)
III. Diartha Vellayati : Perisai Diri (SMK Negeri 4)
III. Yosi Elsa Wahyuni : SH Organisasi (SMA Negeri 3)
         
Kelas B Putri
I. Rafiani Elfiana : SH Organisasi (SMA Negeri 3)
II. Ratna Handriyani : Tapak Suci (SMK Hang Tuah)
III. Sri Winarsih : SH Terate (SMP Negeri 9)
III. Nadia Disatia : Walet Puti (SMP Negeri 10)
         
Kelas C Putri
I. Afrijda : Tapak Suci (SMK Al-Azhar)
II. Tamy Cintia Dewi : Suci Hati (SMP Negeri 25)
III. Galuh Ajeng H : SH Organisasi (SMA Negeri 3)
III. Novalita Arisanti Irawan : Walet Puti (SMK Negeri 2)
         
Kelas D Putri
I. Amelia Larassari : SH Organisasi (SMA Negeri 3)
II. Yona Safitri : Tapak Suci (SMK Hang Tuah)
III. Fitri : SH Terate (SMP Hang Kasturi)
III. Rinda Sari : SH Organisasi (SMA Negeri 3)
         
Kelas E Putri
I. Fidya Ayu Saomi : SH Organisasi (SMA Negeri 3)
II. Dina Nashiha Putri A : Himssi (SMP Ponpes An-Ni'mah)
III. Wili Yulendri : Walet Puti (SMK Teladan)
         
Kelas F Putri
I. Putri Yolanda : Tapak Suci (SMK Hang Tuah)
II. Devitri Barina : Walet Puti (SMK Muhammadiyah)
III. Is Dahlia Fiani : SH Organisasi (SMA Negeri 3)
III. Elfia Ayuningsih : Perisai Diri (SMK Negeri 4)
         
Kelas G Putri
I. B Munyati Nilam : SH Organisasi (SPK Widya)
II. Rina Aprilianti : Perisai Diri (SMK Negeri 4)
         
Tunggal Putra
I. Junaidi : Bintang Surya (MTs Nurul Jadid)
II. Grenady : SH Terate (SMP Hang Kasturi)
         
Tunggal Putra SD
I. Amir N Masura : Bintang Surya (SD Negeri 5)
         
Tunggal Putra SMP
I. Aditya Surya Pradana : SH Terate (SMP Hang Kasturi)
II. Risky Maidi Mulya : SH Terate (SMP Negeri 16)
         
Tunggal Putra SMA
I. Jery Nodeka : SH Organisasi (SMA Negeri 3)
         
Tunggal Putri
I. Rita Junita : SH Terate (SMP Hang Kasturi)
         
Tunggal Putri SMP
I. Raja Nanda : SH Terate (SMP Hang Kasturi)
         
Tunggal Putri SMA
I. Manti Kembar Sari : SH Organisasi (SMA Negeri 3)
         
Ganda Putra
I. Iqbal : SH Terate (SMP Hang Kasturi)
  Muhammad Iqbal : SH Terate (SMP Hang Kasturi)
II. Tegar Alif Ariyadi : SH Terate (SMP Negeri 16)
  Yana Firda : SH Terate (SMP Negeri 16)
         
Ganda Putri
I. Manti Kembar Arum : SH Organisasi (SMA Negeri 3)
  Manti Kembar Sari : SH Organisasi (SMA Negeri 3)

Baca selengkapnya ...
Ditulis oleh Agus Winarno pada 12:30  
Seleksi pesilat pelajar untuk Popda Kepri dan O2SN
15 Mei 2010

Sekitar 150 pesilat remaja dari berbagai sekolah yang ada di Kota Batam saling adu kehebatan bertarung dalam pertandingan pencak silat hari ini (15/05) di lantai 2 DC Mall. Pertandingan ini merupakan ajang seleksi untuk memilih atlet pencak silat yang akan mewakili Kota Batam dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Kepulauan Riau dan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) yang akan digelar di Kota Tanjungpinang pada pertengahan bulan Juli mendatang. Pertandingan seleksi yang diadakan selama dua hari ini diselenggarakan oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Batam.

"Kami akan memberikan pesilat terbaik kepada Dinas Pendidikan Kota Batam untuk diberangkatkan ke Popda Kepri dan O2SN nanti, sehingga kami harus benar-benar mengadakan seleksi untuk menentukan siapa saja yang akan kami pilih. Maklum saja, di Kota Batam ini ada lebih dari 30 perguruan pencak silat yang dikoordinir oleh IPSI Kota Batam, dan setiap perguruan tentunya memiliki pesilat andalan masing-masing, jadi kami harus selektif," ujar Sunardi, Ketua Harian Pengkot IPSI Batam.

Pertandingan seleksi ini murni hasil kerja keras para pengurus dan pelatih dari berbagai perguruan pencak silat anggota IPSI Kota Batam tanpa bantuan dana dari pihak lain. Dinas Pendidikan Kota Batam hanya menunggu hasil seleksi ini untuk kemudian diberangkatkan ke Popda Kepri dan O2SN. Hal ini menyebabkan panitia pelaksana memungut biaya pendaftaran dari atlet, padahal selama ini setiap pertandingan yang diselenggarakan oleh IPSI Kota Batam tidak pernah memungut biaya dari peserta.

"Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada rekan-rekan dari berbagai perguruan pencak silat yang telah bersatu bahu-membahu mensukseskan kegiatan ini. Walaupun berasal dari perguruan yang berbeda-beda, kekompakan dan semangat juangnya untuk bersama-sama memajukan pencak silat Kota Batam sangat luar biasa. Namun dengan berat hati, karena tidak ada dukungan dana, baik dari pemerintah maupun pihak lain, panitia terpaksa memungut biaya pendaftaran dari para atlet yang notabene adalah para pelajar," lanjut Sunardi.

Sebagaimana pertandingan pencak silat pada umumnya, kategori yang dipertandingkan ada Tanding, Tunggal, Ganda dan Regu. Untuk kategori Tanding, dibagi ke dalam kelas-kelas berdasarkan berat badan, dimulai dari Kelas A dengan berat badan di atas 39 kg sampai dengan 42 kg, Kelas B di atas 42 kg sampai dengan 45 kg, dan seterusnya sampai dengan Kelas I. Usia atlet dibatasi dari 14 sampai dengan 17 tahun.

Atlet-atlet yang bertanding dalam even ini adalah pelajar dari berbagai sekolah yang ada di Kota Batam yang berlatih di bawah pembinaan perguruan pencak silat anggota IPSI Kota Batam, diantaranya yaitu Perisai Diri, Pagar Nusa, Setia Hati Organisasi, Setia Hati Terate, Himssi, Tapak Suci, Asad, Bintang Surya, Suci Hati, Silaturahmi dan Walet Puti. Pertandingan ini berlangsung sampai besok Minggu (16/05) malam.


Baca selengkapnya ...
Ditulis oleh Agus Winarno pada 10:00  
Pertandingan Persahabatan IPSI Kota Batam dan Pesaka Negeri Malaka
18 April 2010

Sekitar 600 pesilat anak-anak, remaja dan dewasa dari berbagai perguruan pencak silat yang ada di Kota Batam memadati dataran Engku Putri kemarin Minggu (11/04/2010) pagi. Mereka berbaur dengan masyarakat Kota Batam lainnya yang sedang berolahraga ringan atau berekreasi keluarga di lapangan tersebut. Memang setiap Minggu pagi dataran Engku Putri menjadi salah satu tempat favorit masyarakat Kota Batam untuk olahraga bersama keluarga. Tepat pukul 07.30 seseorang dengan pakaian seragam pencak silat lengkap berjalan menuju ke tengah lapangan sambil membawa pengeras suara. Dengan instruksinya melalui corong pengeras suara, para pesilat dari berbagai usia yang hadir langsung bergegas ke tengah lapangan dan mengatur barisan dengan rapi. Bukan hanya usianya saja yang bervariasi, namun pakaian seragam pencak silat yang dipakai oleh ratusan pesilat tersebut juga beraneka ragam, hitam, putih, merah, hijau dan lainnya.

Dengan mengenakan pakaian seragam pencak silat masing-masing perguruan yang beraneka ragam, dengan kompak mereka bersama-sama melakukan stratching dan pemanasan yang dipandu oleh Ricky Mendoza, Ketua Biro Pembinaan Prestasi Pengkot IPSI Batam. Kemudian seluruh pesilat mendapat pelatihan rangkaian teknik Jurus Tunggal Baku. Jurus ini merupakan gerakan wajib yang dipakai dalam pertandingan pencak silat kategori Tunggal, yang mana dahulu disebut kategori Seni Tunggal atau Wiragana. Jurus yang diberikan hanya rangkaian gerak tangan kosong, sedangkan bagi pesilat yang berpotensi untuk menjadi atlet kategori Tunggal akan diberikan juga rangkaian gerak bersenjata golok dan toya. Bagi masyarakat yang melihat, inilah salah satu keunikan dalam Latihan Gabungan Pencak Silat Batam, di mana ratusan pesilat yang berasal dari perguruan pencak silat yang berbeda-beda, dengan pakaian yang berbeda-beda pula, dapat dengan kompak melakukan satu rangkaian jurus pencak silat yang sama.

Berdasarkan data statistik yang ada, para atlet pencak silat remaja saat ini cenderung lebih suka ikut berlaga dalam kategori Tanding dibandingkan dengan kategori Tunggal, kategori Ganda dan kategori Regu. Padahal seni budaya pencak silat justru lebih kelihatan menonjol di kategori Tunggal, Ganda dan Regu atau yang biasa disingkat dengan istilah TGR. Pengkot IPSI Batam merasa bertanggung jawab untuk mensosialisasikan Jurus Tunggal Baku ini kepada perguruan pencak silat yang berada di bawah koordinasinya.

"Latihan gabungan ini kami agendakan untuk dilaksanakan dua bulan sekali, dan ini adalah yang kesepuluh kalinya. Kali ini yang hadir ada 12 perguruan, yaitu Perisai Diri, Merpati Putih, Pagar Nusa, Setia Hati Terate, Setia Hati Organisasi, Tapak Suci, Himssi, Satria Muda Indonesia, Silaturahmi, Persinas Asad, Budi Suci Melati dan Suci Hati. Perguruan lainnya yang belum dapat bergabung kali ini, kami harapkan dapat bergabung dalam latihan gabungan mendatang. Di IPSI Kota Batam saat ini terinventarisir sekitar 35 perguruan pencak silat," papar Agus Winarno, Sekretaris Pengkot IPSI Batam.

Yang menarik dalam Latihan Gabungan Pencak Silat Batam X ini yaitu adanya peserta dari negeri tetangga. Persekutuan Silat Kebangsaan Malaysia (Pesaka) Negeri Malaka mengirimkan sekitar 20 orang pesilat terbaiknya didampingi pelatih dan pengurusnya untuk bersilaturahmi dengan para pesilat Kota Batam. Mereka berbaur untuk berlatih bersama-sama di lapangan.

Setelah selesai berlatih Jurus Tunggal Baku, para pesilat beristirahat duduk bersama di lapangan sambil mendengarkan pengarahan dari Ketua Harian Pengkot IPSI Batam, Sunardi. "Pencak silat itu olahraga seni beladiri warisan luhur budaya bangsa Indonesia. Kalau bukan kita selaku generasi penerus yang mencintai dan melestarikannya, siapa lagi yang akan menjaga kekayaan budaya bangsa ini ? Apalagi pencak silat menjadi salah satu olahraga andalan Batam yang mampu membawa nama Batam hingga tingkat nasional," ujar Sunardi.

Latihan kali ini juga dihadiri oleh Ketua Umum KONI Kota Batam, Soerya Respationo. Tanpa canggung, Soerya yang sehari-harinya menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Batam ini langsung ikut duduk bersila bersama ratusan pesilat di tengah lapangan. Seluruh pesilat, baik dari Negeri Malaka maupun Kota Batam, duduk bersila membentuk sebuah lingkaran besar mendengarkan sambutan dari Soerya yang didampingi oleh Chris Triwinasis, Pembina Pengcab Merpati Putih Batam yang juga menjabat sebagai Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Batam, dan Ahmad Wardi bin Salim, Pengurus Pasukan Pesaka Negeri Malaka. Soerya berpesan agar pencak silat dapat terus dikembangkan dan jangan sampai tersisih di era globalisasi.

"Acara ini terasa sangat istimewa karena dalam acara ini turut dihadiri saudara-saudara kita dari negara sahabat. Mereka datang dari negeri seberang berkunjung ke Kota Batam sengaja untuk bersilaturahmi sekaligus bertukar wawasan tentang ilmu persilatan dengan kita. Dan timingnya sangat pas dengan program Visit Batam 2010," jelas Sunardi.

Setelah para peserta beristirahat sambil mendengarkan pengarahan, kegiatan langsung dilanjutkan dengan latih tanding. Dalam latih tanding ini, pesilat berhadapan dengan pasangannya dari perguruan lain. Selain uji coba para atlet, latih tanding ini juga dijadikan sebagai sarana pembibitan atlet dalam rangka regenerasi dan kaderisasi atlet-atlet pencak silat yang diharapkan akan dapat menambah deretan prestasi Kota Batam di bidang olahraga, terutama untuk pesilat anak-anak dan remaja. Dari antusias para peserta yang hadir terlihat bahwa Kota Batam memiliki banyak potensi atlet yang sangat perlu pembinaan lebih lanjut.

Tampil dua orang pesilat dari perguruan pencak silat yang berbeda ke tengah gelanggang, diawali dengan Muhammad Nazarul dari Perisai Diri dan Ricky Sepriady dari Setia Hati Organisasi. Mereka saling berhadapan dan dengan aba-aba dari wasit, mereka memasang sikap kuda-kuda pencak silat khas perguruan masing-masing. Setelah aba-aba mulai, sepasang pesilat tersebut bertarung dengan mengeluarkan berbagai kemampuan teknik beladiri alirannya masing-masing, namun tetap dalam batas-batas yang telah diatur dalam peraturan pertandingan oleh IPSI. Ratusan pesilat yang menonton pun bersorak-sorai memberikan semangat kepada kedua temannya yang saling menjajal ilmu silatnya tersebut.

"Selama ini biasanya para pesilat dari berbagai perguruan pencak silat bertemu dalam even pertandingan. Kami berinisiatif untuk mengumpulkan mereka bukan dalam nuansa persaingan jual beli pukulan di arena, tapi dalam nuansa kebersamaan dan persahabatan, yaitu dengan kegiatan latihan gabungan seperti ini," jelas Sunardi. Latihan gabungan seperti ini diharapkan dapat menjadi sarana menjaga keharmonisan dan silaturahmi antar perguruan pencak silat sehingga menambah citra baik pencak silat sebagai olahraga seni beladiri warisan luhur budaya bangsa Indonesia. Selain itu diharapkan kegiatan ini dapat menarik minat masyarakat, terutama generasi muda, untuk mencintai dan melestarikan pencak silat sebagai salah satu kekayaan budaya asli bangsa Indonesia. Yang tidak kalah pentingnya, dengan hadirnya para ketua perguruan pencak silat dalam kegiatan ini mempermudah koordinasi sehingga informasi dari Pengkot IPSI Batam dengan mudah dan cepat sampai ke masing-masing perguruan pencak silat yang tersebar di berbagai penjuru Kota Batam.

Setelah acara selesai, pukul 11.00 para peserta bergerak menuju ke DC Mall. Di lantai 2 DC Mall telah terbentang matras dan peralatan pertandingan yang akan dipakai bertarung para atlet terbaik IPSI Kota Batam melawan para atlet terbaik Pesaka Negeri Malaka. Para peserta duduk bersama-sama di sekeliling matras, bersiap menyaksikan pertarungan kedua tim ini.

Pertandingan diawali dari Kelas A Putra, di atas 45 kg sampai dengan 50 kg. Di kelas ini, Aprin Ardianto dari Setia Hati Terate berhadapan dengan Mohd Taufek bin Abd Razak dari Pesaka Negeri Malaka. Di kelas yang paling ringan berat badannya ini, kedua pesilat dengan lincahnya saling menyarangkan tendangan-tendangannya ke badan lawannya. Pergerakan kaki dan tangan yang sangat cepat membuat para penonton bertepuk tangan kagum.

Di kelas yang tergolong berat, yaitu Kelas F Putra dengan bobot di atas 70 kg sampai dengan 75 kg, Marcos dari Perisai Diri bertarung melawan Mohd Azni bin Salleh dari Pesaka Negeri Malaka. Tidak selincah di Kelas A, pertarungan di Kelas F didominasi oleh pukulan dan tendangan yang berat hingga suara serangannya pada saat membentur sasaran terdengar keras. Para penonton semakin ramai bersorak-sorai, terutama pada saat Marcos berhasil beberapa kali menjatuhkan lawannya dengan teknik-teknik bantingan. Setiap selesai bertarung, atlet Pesaka Negeri Malaka selalu menghampiri lawannya untuk memberikan cinderamata sebagai kenang-kenangan.

Setelah pertandingan usai, esok harinya beberapa personil Pengkot IPSI Batam bersama rombongan tim Pesaka Negeri Malaka melakukan city tour, sejalan dengan program Visit Batam 2010, memperkenalkan Kota Batam dan mendampingi ke pusat perbelanjaan di beberapa tempat di Nagoya. Tidak sedikit oleh-oleh dari Kota Batam yang akan dibawa pulang ke Negeri Malaka.


Baca selengkapnya ...
Ditulis oleh Agus Winarno pada 22:48  
Link
PD Pusat

PD Komisariat Australia

PD Komisariat Inggris

PD Komisariat Belanda

PD Komisariat Jerman

PD Komisariat Amerika Serikat

PD Komisariat Jepang

PD Daerah Kalimantan Selatan

PD Cabang Pekanbaru

PD Cabang Madiun

PD Cabang Demak

PD Cabang Pasuruan

PD Cabang Bontang

PD Cabang Samarinda

PD Cabang Bogor

PD Cabang Purwakarta

PD Cabang Surakarta

PD Cabang Mataram

PD Cabang Baturaja

PD Unit Universitas Indonesia (UI)

PD Unit Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS)

PD Unit Universitas Negeri Malang (UM)

PD Unit IKIP Semarang

PD Unit UIN Syarif Hidayatullah

PD Unit Universitas Katolik Parahyangan (Unpar)

PD Ranting Pare

PD Ranting SMA Nusa Bangsa Bogor

PD Ranting SMAN 3 Sidoarjo

PD Ranting SMAN 6 Surabaya

PD Ranting SMAN 1 Puncu

PD Ranting SMKN 1 Purwakarta

PD Ranting SMPN 1 Kepung

Total Quality Body Management (TQBM)

















Free DHTML Scripts

Free Domain & Hosting

Gudang template blog

Penyedia blog gratis

Pengunjung


Perisai Diri Cabang Batam © May 2006 by agus.winarno2@pajak.go.id
Template by http://freetemplates.blogspot.com